Langsung ke konten utama

Postingan

Menahan

Delia, Bukan Adelia Buku yang kubaca telah sampai di lembaran terakhir. Meski getir terasa menyesaki dada, aku mencoba menutupnya dengan cara yang manis. Langit biru yang tadinya cerah perlahan berubah mendung, lalu gemuruh hujan menyertainya. Tapi aku tetap berangkat. Untukmu. Tak lupa kubawa sebuah bingkisan kecil, rapi terbungkus, dengan namaku tertulis di sana. Sebuah tanda, bahwa kita hampir dua tahun saling mengenal. "Semoga dia senang yaa..." Langit malam terasa begitu sendu, seakan turut menangis. Aku menepi, mengenakan jas hujan—yang sayangnya sobek di bagian siku. "Ah, bodo amat." Aku terlalu ingin bertemu. Apa dia secantik yang dulu? Masih mungilkah wajahnya? Atau mungkin... lebih tinggi sekarang? Aku menebak-nebak di sepanjang perjalanan—hingga… “Sruooott!!” “Anjeng…” Air dari genangan disemburkan oleh truk dari arah berlawanan. Tepat ke wajahku. Basah. Tapi tidak apa-apa. Yang penting… ketemu. Sudah lama aku tidak melihat senyumnya. ...

Tentang Penulis

Ardita Rizki Fauzi, yang juga dikenal dengan nama pena *Mcardhy*, lahir pada 23 Februari 1999. Ia berasal dari Malang dan saat ini merantau untuk bekerja di kawasan industri Driyorejo, Gresik. Ayahnya berprofesi sebagai tukang batu, sementara ibunya merupakan buruh pabrik. Latar belakang keluarga yang sederhana menjadi salah satu motivasi terbesarnya untuk terus berkembang. Bakat menulis Ardita mulai terlihat sejak masa remaja, ketika ia aktif membagikan pemikirannya melalui media sosial. Selepas lulus dari SMK, ia sempat mengalami masa-masa sulit dan kehilangan arah, di tengah tuntutan untuk ikut menafkahi keluarga sebagai anak sulung dari tiga bersaudara. Pernah bekerja sebagai juru parkir di terminal dekat rumahnya, Ardita menyadari bahwa penghasilan dari pekerjaan tersebut tidak mencukupi. Kesadaran itulah yang mendorongnya menempuh "jalan sunyi" dengan menerima pekerjaan di salah satu perusahaan kertas ternama di Indonesia. Pilihan ...