Napsu dan Luka yang Membawa Pelajaran Aku pernah merasa dekat, walau sebenarnya hati sudah jauh tak berjumpa. Bodohnya aku dulu menyesal saat tangan kita erat berjabat, tapi dalamnya hati malah melayang ke syahwat semu. Itu napsu , yang sering bikin kita lupa arah dan hati. Dua tahun berlalu, luka itu pelan-pelan sembuh. Waktu menjawab semua tanya yang tak terucap. Aku mulai paham, bahwa cinta itu bukan cuma soal rasa. Di antara kita ada masalah lain yang diam-diam mengikis: uang . Kadang uang jadi dinding yang memisahkan, bukan cuma jarak fisik. Dengan patah hati aku belajar bangkit, meski rasa sakit dan dendam pernah singgah. Kita memang sudah berpisah jalan, tapi bukan berarti doaku untukmu berhenti. Dari perpisahan itu aku belajar hidup tak sekedar merasa cukup, tapi juga bersyukur atas apa yang ada. Aku tak punya mobil untuk memayungimu dari hujan, hanya motor tua yang menemani langkah kita. Tapi itu bukan so...
berjalanlah meski dengan rasa sakit