Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Essay

Buruh yang peragu

 Dahulu, tak seorang pun mengenal apa itu PT Dayasa. Bahkan, warga sekitar sempat ragu: benarkah pabrik yang sejak lima tahun terakhir pailit—Surya Kertas—akan berdiri kembali? Wajah pemilik kos kini kian berseri. Kamar-kamar kosongnya mulai banyak diminati. Penjual nasi yang sebelumnya sepi, hari ini bersyukur karena dagangannya kembali lancar. Obrolan pagi itu begitu ramai. Para ibu, tua maupun muda, membahas kabar bahwa PT Dayasa akan bangkit dan maju. Kami masih ingat betul: 50 orang pertama yang direkrut berasal dari SMK 5 Surabaya dan SMK 1 Singosari Malang. Kami mengenakan seragam Dayasa dengan penuh harap, meski tak sedikit keraguan menghantui. Saat pertama kali kami masuk, tepat satu tahun yang lalu, pabrik tampak angker. Rumput liar menjalar di setiap sudut, membuat kami bertanya-tanya: ini kerja atau uji nyali? Di depan gerbang, para demonstran berdiri. Mereka menuntut hak pesangon yang belum dibayarkan. Poster-poster protes terpampang di mana-mana, bahkan ada boneka...

Kareping Rohso, Rohsoning karep.

Senin Kasambatan Bagiku, melupakan masa lalu adalah tindakan yang seharusnya tak perlu. Bagaimana mungkin melupakan masa lalu, jika Tuhan menyadarkan manusia dengan cara pahit agar mampu mengintrospeksi diri? Agar manusia lebih berlapang dada dan benar-benar memahami makna 'Innalillahi wa inna ilaihi raji'un'. Ketika cobaan datang, aku berpikir bahwa mungkin Tuhan sedang rindu padaku. Maklum, aku sering kali hanya mengingat-Nya saat mengeluh, dan melupakan-Nya ketika sedang terlena oleh bahagia. Bahagia itu… datang setiap bulan di tanggal 27. Setelah sepekan di perantauan, aku lekas kembali ke kota kelahiran: Malang. Wajahku penuh keluh, dampak dari padatnya persaingan di kota besar. Bagiku, kota adalah hutan belantara. Jika tidak berhati-hati, seseorang bisa tergiur dan terjebak dalam kubangan foya-foya. Yang tak waspada bisa diterkam oleh binatang buas yang menjelma manusia. Ibu dan Ayah adalah alasanku pulang. Tuhan pun adalah alasan jika aku tak bisa berbu...

Urip Mung Mampir Ngombe

27 adalah tanggal yang paling aku rindukan. Selepas seharian bekerja, aku bergegas menuju mesin ATM di Indomaret untuk mengambil gaji dan berbelanja kebutuhan sebulan. Namun kepanikan melanda saat melihat saldo di layar. Gaji yang kuterima nyatanya tak cukup jika dibagi untuk cicilan, orang tua di rumah, dan biaya hidup sebulan ke depan. Padahal aku juga sedang menabung demi membeli peralatan fotografi—sekadar menuruti hobi yang sudah lama kupendam. Dengan wajah lesu, aku hanya mengambil barang-barang yang benar-benar perlu, lalu keluar dari minimarket dengan langkah gontai. Di tengah kebingungan itu, seorang kakek berpakaian lusuh menghampiriku. Tanpa berpikir panjang, aku merogoh saku dan memberinya recehan kembalian. Namun lirih terdengar ucapannya dalam bahasa Jawa, seolah menyindirku: "Cung, nek gajimu saiki ra mok syukuri, masio gajimu sepuluh juta kowe panggah sambat. Godamu saiki mung setitik ketimbang sesuk pas gajimu gedhi. Mergo kowe sampek mati yo tetep duwenin...

Kurusetra Dalam Diri

Gejolak batin sering kali menjadi perang dingin yang tak terlihat. Entah berpihak pada suara malaikat atau justru pada bisikan jin. Pernah terlintas dalam benak, bahwa hati ini ibarat sebuah lapangan luas yang kusebut Kurusetra . Di dalamnya, pasukan malaikat yang sedikit adalah para Pandawa, sementara ribuan pasukan jin adalah Kurawa. Bayangan masa lalu yang kelam, seperti sosok Sengkuni, sering muncul dalam ingatan. Ia menyulut bara, menumbuhkan dendam, dan menyemai iri dengki dalam dada. Namun aku kembali mengingat— “I’m a driver, not a passenger.” Manusia diberikan pilihan, dan setiap pilihan yang diambil, suatu hari nanti akan diminta pertanggungjawaban. Terngiang pula pesan kakek dahulu: “Cung, aja nuruti rahsaning karep. Turutono kareping rohso ben uripmu soyo pener. Perna marang penggawean, soyo tumindak becik marang kauripan.”

Penjajah di Negeri Sendiri

Siapa sih yang suka dijajah di negerinya sendiri? Mungkin sebagian orang menganggap para pendatang itu biasa saja, atau jangan-jangan mereka justru mengais rupiah dari celana necis para pendatang. Genap setahun aku merasakan getir-manisnya hidup di sebuah tempat bernama Semambung, sebuah dusun kecil yang berdiri di antara Sungai Brantas dan deretan perusahaan besar. Dari obrolan warung kopi, sesekali terdengar keluhan warga asli, para pemuda pribumi yang merasa asing di tanah kelahirannya sendiri. Setahun terakhir, mereka melihat para perantau datang berbondong-bondong dan menetap. Ketimpangan sosial yang tampak di depan mata menimbulkan pro dan kontra—tentang bagaimana caranya bertahan hidup layak di negeri sendiri. Setiap malam mereka mengeluh. Ada kekhawatiran, jika suatu hari anak cucu mereka akan tersingkir perlahan oleh perantau-perantau yang terus berdatangan. Bagi sebagian orang, bisnis kamar sewa mungkin terlihat menguntungkan. Tapi bag...

Penguasa yang bisu

Aku tahu berjalan di hutan belantara akan menemui banyak kesulitan, bahkan tersesat sekalipun. Tak ada keluarga, saudara, ataupun teman. Yang ada hanyalah Alam yang ingin berkomunikasi. Tapi apa yang kucari jika terus nyaman pada instanya kota. Cuci baju sama dengan uang, air bersih sama dengan uang, dan hal lain yang mesti harus dengan uang. Sudah pantaskah jika uang disebut penguasa? Uang dapat membuat sahabat menjadi khianat, uang juga dapat membuat hubungan keluarga menjadi sirna. Bahkan uang suatu saat bisa menjadi agama baru, jika hidup mati kita mengabdi pada selembar kertas yang terus diburu. Dahulu pertama kali aku melihatmu seperti macan betina yang bertaring tajam, siap menerkam siapapun yang tak mau menuruti atasan. Namun hal yang berbanding terbalik saat aku mencoba mulai mendekat dan bertukar pendapat, ternyata sosok macan betina itu pandai mengasuh, membimbing, serta melindungi kesemua anak-anaknya. Terlihat saat sang induk telah berpamit, anak-anaknya sa...

Jawa itu kuno.

Kata orang, di era modern sekarang ini, sebagian generasi milenial mungkin mengesampingkan seperti apa kehidupan sosial mbah buyut kita dahulu kala. Kurangnya pendidikan, penindasan, bahkan penjajahan oleh bangsa asing, memang benar seperti yang diceritakan dari mulut ke mulut. Nyatanya, mbah buyut dulu juga tak pernah tahu tentang teknologi modern, apalagi Revolusi Industri 4.0. Tapi menurutku, teknologi terdahulu yang dimiliki nenek moyang kita adalah kemampuan memaksimalkan teknologi di dalam dirinya sendiri, tidak seperti teknologi sekarang yang terus berinovasi di luar dirinya. Misalnya, sekarang seperti hacker; seorang hacker butuh komputer dan perlengkapan lain untuk bisa mengakses dan membobol identitas seseorang. Namun, di zaman dahulu, seorang dukun mampu menebak identitas seseorang hanya dari nama, tanggal lahir (weton), atau bahkan rambutnya. Bahkan seorang dukun bisa “nge-hack” diri seseorang melalui santet atau pelet, tanpa perlu algoritma lagi. ...

Demi Bangsa dan Negara.

Aku ini bingung. Ingin mengabdi pada negara, tapi aku bukan kalangan militer, juga bukan pegawai aparatur sipil negara. Tiap hari aku merenung, gelisah, dan mencoba berpikir kritis mencari inspirasi di antara bau menyengat sisa ampas makanan tadi pagi di dalam kamar mandi. Lama kemudian, aku jengkel. Sia-sia tenaga, keringatku terkuras gara-gara poop yang dari tadi tak mau keluar. Setelah itu, aku hendak pergi dari kamar mandi, mencoba dengan cara lain, yaitu merokok di depan teras indekos sambil menunggu sang Jibril memberikan wahyu. "Ahaa!" ucapku penuh sumringah. "Ngapain juga mau mengabdi pada negara? Aku kan ini sedang membantu negara. Kok aku gak kepikiran ya? Kan setiap hembusan nafasku sudah disertai cukai-cukai. Semakin banyak aku berhembus, semakin banyak aku urun biaya. Lah, aku juga membantu kampanye negara tentang pemberantasan rokok, ya dengan ini, dengan cara tak bakar tiap hari." Sembari melamun dan tertawa sendiri.

Berprasangka Baik Itu Perlu

Kasihan orang itu, menganggap gunung meletus sebagai bencana dari Tuhan. Gunung pun hanya geleng-geleng kepala, berkata, “Kenapa manusia ini? Padahal aku hanya mengikuti sunah dari Yang Maha Kuasa. Memang begini caraku beribadah, cara aku bertasbih kepada-Nya, demi menjaga keseimbangan alam semesta.” Orang itu pun seketika panik. Ia mengungsi, mengais barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan. Tapi waktu terasa begitu singkat. Dengan penuh penyesalan, ia terpaksa ikut naik ke truk tim SAR. Dalam perjalanan, ia teringat dosa-dosanya selama ini dan kemudian bertobat pada Tuhan. Sebagai penggembala dan petani, ia tertegun saat melihat banyak ternaknya mati, dan ladang yang dulu akan ia panen kini lenyap ditelan awan panas. Setahun kemudian, setelah situasi mulai kondusif, ia kembali ke rumahnya di lereng Gunung Kelud. Ia bersyukur, ternyata apa yang ia anggap bencana justru membawa hikmah. Tanaman yang dulu rusak kini berubah menjadi tanah yang makin...

Kenapa Nyamuk Diciptakan?

Aku pernah sesekali berpikir, kenapa sih Tuhan menciptakan nyamuk? Ngang... nging... ngang... nging... Suaranya bikin risih di telinga saat hendak tidur malam. Apalagi gigitannya juga membuat gatal dan bentol-bentol. Bahkan, ada jenis nyamuk tertentu yang membawa penyakit. Dalam keterbatasan ilmu, aku hanya mampu memahami bahwa nyamuk diciptakan sebagai rantai makanan bagi cicak. Lambat laun, seiring kegelisahanku terhadap perilaku seseorang dalam suatu pekerjaan, aku mulai memahami karakter seekor nyamuk. Yaitu orang yang kelakuannya hanya mengganggu orang lain, sehingga tidak disukai manusia lainnya. Mencari nafkah dengan menyakiti dan mengambil hak orang lain, dan bila makan suka berlebihan hingga akhirnya mati karena kekenyangan (QS. Al-Baqarah: 26).

Definisi Mantan.

Njing Tau anjing gak sih? Anjing itu penurut dan setia sama majikannya. Tapi beberapa hari ini aku sempat dilanda kecewa... Dia nggak pernah pulang lagi ke rumah. Gak mungkin seekor anjing lupa di mana rumah majikannya. Beberapa waktu kemudian, aku kaget. Bahkan nggak nyangka—dia muncul di linimasa sosial media. Ia terlihat bahagia... Sama majikan barunya. Upload foto, story berdua. Senyum-senyum, manja. Penuh cinta. Ya, mirip banget sama masa-masa awal dulu waktu aku rawat kamu, Njing. Waktu kita masih bareng, belum kamu tinggalkan. Ya sudah... Biar waktu yang ngelap luntur kenangan. Bagaimanapun juga, kamu tetap anjingku— Yang lagi tersesat di tangan orang yang nggak tahu caranya menjaga.

Definisi sukses

Menyulam Sukses dan Makna Hidup Memperjuangkan kemenangan sendiri, kadang justru memperlihatkan kelemahan diri— karena kadang kita terlalu menuntut, hingga lupa arti dari perjuangan itu sendiri. Sukses bukan soal nominal yang banyak, atau apa yang orang lain punya. Sukses itu ketika kemampuan kita melebihi batas keinginan, bukan sebaliknya. Aku pernah kehilangan, tapi Tuhan selalu menggantikan. Digantikan dengan yang lebih menawan, dan bahkan ditambah dengan pekerjaan baru— yang kadang bikin aku makin sadar, bahwa hidup itu bukan soal apa yang hilang, tapi apa yang bisa kita jalani dan syukuri. Belajar mengingat, berjalan mendekat, meski aku tahu aku sering jual mahal pada Tuhan. Maafkan aku, ya Tuhan, yang kadang lebih sibuk dengan egoku sendiri. Aku ini seperti pohon sengon, bentukku mungkin bengkok, makanya aku terus merapal doa ihdinas sirotol mustakhim , agar aku tetap lurus di jalan yang benar. M...

Sawang Sinawang

pendidikan Kenapa harus mahal? Ya memang harus mahal dong. Mahal tapi gak cuma soal uang. Ada loh orang yang dihargai karena kemampuan. gaji Kalau ditanya kerja apa? Aku belum kerja, aku lagi belajar. Belajar cari uang. Ke depan, biar nanti uang yang mencari-cari saya. Dan mantan juga. Karena uang yang butuh saya, bukan saya yang butuh dia. vape Sekali semprot 1 detik. Bebas nyamuk 10 jam. Aku bales chat kamu cuman 1 detik. Kamu balesnya 10 jam.

Mencintai selain Tuhan?

Lucunya, tiap selepas lima waktu aku tak pernah lupa mendoakanmu. Setulus-tulusnya, sekhusyuk-khusyuknya, seikhlas-ikhlasnya, berharap Tuhan mendengar bahwa aku benar-benar rindu padamu dahulu kala. Lalu aku tiba-tiba merasa malu sendiri. Ternyata cintaku pada manusia bisa lebih besar dari cintaku pada Tuhan yang selalu aku mintai pertolongan. Padahal, berdoa dan beribadah itu bukan untuk kepentingan diri sendiri semata. Doa adalah untuk keselamatan setiap hamba yang tunduk dan berserah kepada Sang Kuasa. "Jangan tanya mau melangkah ke mana, belajar berdiri di kaki sendiri saja masih belum bisa." *** Keterbatasan pengetahuan adalah anugerah terindah dari Tuhan. Kita sering kali terlalu memikirkan hal-hal besar, sampai hal kecil justru terabaikan. Misalnya, dengan uang segini aku bisa beli ini dan itu. Padahal, baru sadar celana panjangku cuma satu. "Hal yang paling sulit menurutku bukan menggapai cita-cita atau meraih kesuksesan. Melainkan mencari jawaban mengap...

belajar dari pengamen

Substansi yang Kutemukan dari Dua Pengamen Patah hati itu wajar, yang nggak wajar itu kalau ngungkapinnya dengan cara-cara yang destruktif. Menyakiti diri sendiri, menyalahkan dunia, apalagi mengganggu orang lain, itu bukan solusi. Justru patah hati seharusnya jadi titik balik buat ngerombak diri, bukan ngerusak. Dendam sama masa lalu? Boleh. Tapi kalau dendammu itu cuma buat nyeret-nyeret luka lama tanpa arah, ya percuma. Dendam yang baik itu adalah yang mendorong kita jadi versi terbaik dari diri kita. Biar sakitnya jadi bahan bakar, bukan bara yang dibakar terus menerus. Sore itu, selepas kerja, aku buru-buru ke Terminal Purabaya. Di dalam bus Sumber Selamat, dua pengamen tampil sederhana tapi nyentuh. Musiknya biasa aja, tapi yang berkesan justru obrolan mereka setelahnya—di tengah senja, di bangku belakang, sambil duduk di atas jimbe dan menggenggam ukulele lusuh. "Waduh, Kang, dino iki sepi banget yo? Ngamen rong bis wae, arep maghrib mulih, rasane durung cukup nggo n...

Dari Tuhan Kembali ke Tuhan.

Filosofi Rental Mobil Pada waktu ke Trenggalek dulu, ayah mengobrol panjang lebar dengan sopir rental yang kebetulan adalah anak dari teman ayah sendiri. Di tengah-tengah mereka asyik berbincang, ada obrolan unik ketika ayah dengan polosnya berkata: "Weh tepak bensine wis kebek, gausah mampir pom," celetuknya. Lalu kemudian si sopir itu menyahut, "Jadi gini pak, kalau nyewa mobil itu dari bensin full juga harus kembali full, sisa 1 strip juga harus kembali 1 strip," jawabnya sambil menjelaskan. Wah, mungkin kalau manusia yang rental roh dari Tuhan dalam keadaan suci, kembalinya juga harus suci juga dong, hehe. Manusia Sedikit Kata Ketika akan berangkat kerja, aku bercerita pada kawan sembari berjalan menuju pabrik tentang mimpi: di usia 40 tahun aku harus bisa punya rumah sendiri. Lalu seseorang kawan indekos menegurku, "Iyo lek umurmu nyampe semono," ucap lelaki gondrong yang menobatkan diri sebagai manusia sedikit kata. Dari sana aku be...

Bencana lahan mencari uang

Di antara isu corona yang menerpa, rupanya ada sepotong kata yang tak lengkap dan sudah kadung menyebar. Menakut-nakuti mereka yang sedang menghidupi keluarga, bahkan memaksa perusahaan dihantui oleh buruh yang terpapar di sana. Ada apa ini? Ada apa kalian? Ini bukan mainan, ini tentang perut banyak orang. Apakah kalian tega melihat anak dan istri mereka kelaparan? Hei bro, ini bukan soal dirimu yang ingin rebahan. Kita juga sama, tapi kita bukan aparatur negara yang rebahan tapi digaji tiap bulan. Kita buruh lapangan, yang setiap tetes keringatnya dihitung oleh perusahaan. Mau makan apa jika benar-benar pabrik ini lockdown ke depan?

Sepasang Telinga.

Pendengar Sejati Pendengar sejati bukan hanya yang mendengar siapa yang berbicara, tetapi juga apa yang sedang dibicarakan. Bukankah Tuhan menciptakan sepasang telinga, bukan sepasang bibir? Terlalu angkuh jika kita mengabaikan obrolan pengamen jalanan, sementara sibuk mencari-cari kebenaran yang belum tentu dari mereka yang punya banyak penggemar. Berbijaklah dalam berkata, karena benarmu belum tentu benar bagi orang lain. Kebaikan dan cintamu lah yang akan mengantarkanmu menjadi manusia seutuhnya. Dua Kubu Baik dan jahat itu situasional. Tergantung baiknya untuk siapa dan jahatnya kepada siapa. Atau bahkan baik kepada semua, tapi jahat kepada dirinya sendiri (merasa rendah diri). Atau sebaliknya, jahat kepada semua, tetapi hanya baik pada dirinya sendiri (egois).

Tenung

Sihir yang bisa menjadikan pria sebagai betina adalah kasmaran. Kau telah membuatku menjadi betina dan terperdaya olehmu. Padahal kau adalah wadah, seharusnya aku yang mengasihimu. - Darmogandul. Kau adalah penyihir! Mudah saja hatiku jatuh cinta olehmu hingga membuat seorang jantan menjadi betina. Jatuh cinta bisa merubah seorang pria menjadi betina. BUCIN Malas menjamah Malas menjamah tubuh seorang perantau di Senin pagi. Kali ini ia berhati-hati memantapkan niat saat beranjak dari selimutnya. "Bosan juga tiap minggu kayak gini..." ujarnya dalam hati. Tapi ia tiba-tiba teringat oleh Ibunya yang pernah berkata: "Nak, kalau kerja niatmu cari uang itu pasti capek. Mantapkan lagi niatmu". Ujar ibu seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh anaknya. “In lam takun ‘alayya Ghodlobun fala ubali”. Asalkan Allah tidak murka kepadaku, bismillah aku legowo pada apapun yang Allah tetapkan atasku. Sebenarnya aku hanya mampu menangkap bayanganmu, bukan dir...

Sembuh itu sulit, obat itu pahit.

Aja kuminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka. Jangan terlena oleh godaan yang membelokkan niat awal, yang berujung pada penghianatan dan hilangnya setiakawan. Untuk ke depan, jika menjalani lelaku, niatlah hanya untuk menyembah Sang Pemberi Hidup, tak tergoda oleh kesaktian dan duniawi yang fana. Langit kuning kemerahan diiringi terik mentari, namun gerimis pun membasahi permukaan bumi. Pelangi berpijar menghiasi cakrawala Gresik Selatan, tepat di malam Nuzulul Qur'an, menghibur orang-orang yang lama merindu, tak bisa pulang. Di situasi sekarang, yang dibutuhkan manusia adalah ketidaktahuan itu sendiri. Wong pinter bisa keblinger, wong bodo malah dimanfaatkan. Yang cantik, pintar, sholehah banyak, sudah pasti rebutan semua lelaki. Tapi yang mampu bertahan dalam situasi hampir putus asa, bahkan yang terjerumus ke dalam pikiran gelap sangat sedikit. Kebanyakan mereka merasa insecure dan mengurung diri. Tra...