Langsung ke konten utama

Definisi sukses

Menyulam Sukses dan Makna Hidup

Memperjuangkan kemenangan sendiri,
kadang justru memperlihatkan kelemahan diri—
karena kadang kita terlalu menuntut,
hingga lupa arti dari perjuangan itu sendiri.

Sukses bukan soal nominal yang banyak,
atau apa yang orang lain punya.
Sukses itu ketika kemampuan kita
melebihi batas keinginan,
bukan sebaliknya.

Aku pernah kehilangan,
tapi Tuhan selalu menggantikan.
Digantikan dengan yang lebih menawan,
dan bahkan ditambah dengan pekerjaan baru—
yang kadang bikin aku makin sadar,
bahwa hidup itu bukan soal apa yang hilang,
tapi apa yang bisa kita jalani dan syukuri.

Belajar mengingat, berjalan mendekat,
meski aku tahu aku sering jual mahal pada Tuhan.
Maafkan aku, ya Tuhan,
yang kadang lebih sibuk dengan egoku sendiri.

Aku ini seperti pohon sengon,
bentukku mungkin bengkok,
makanya aku terus merapal doa ihdinas sirotol mustakhim,
agar aku tetap lurus di jalan yang benar.

Meski murah dan ringkih,
aku tetap berguna untuk masyarakat.
Sengon memang tak sekuat jati,
tapi Tuhan menciptakan makhluk beraneka rupa—
tak harus seragam,
karena dari keberagaman itulah makna hidup tumbuh.

Amarah, aluamah, supiah, muthmainah—
semua jadi bagian perjalanan,
yang mengajarkan aku arti sabar, syukur, dan ikhlas.

Seperti kata bijak,
“Tell me, I may forget. Teach me, I may remember. And involve me, I may learn.”
Belajar itu bukan hanya dengar dan tahu,
tapi terlibat dan merasakan.

Dan inilah aku,
seperti pohon sengon,
mungkin tidak sempurna,
tapi terus berusaha jadi berguna—
bagi diri, keluarga, dan sekitar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perihal jodoh

Jodoh Itu Perjalanan Tanpa Peta: Dari Malang ke Jombang Bayangkan, kawan... Tiga orang berjalan dari Malang ke Jombang, tanpa peta, tanpa GPS, hanya mengandalkan rasa dan intuisi. Yang pertama, langsung bertanya arah beberapa kali, dan sampai ke tujuan. Seperti orang yang bertemu jodoh, langsung berkata, “Ya sudah, ini jodohku.” Awalnya manis, tapi kemudian seperti pintu masuk ke dunia baru yang harus dijalani. Kekurangan dan kebiasaan tersembunyi muncul sebagai tantangan. Yang kedua, masuk jalan yang salah, terlewat, balik lagi, tapi tidak menyerah. Seperti orang yang rujuk dengan mantan, menghadapi masalah, mengakui kesalahan, saling membantu mengambil hati. Akhirnya bisa berjalan bersama lagi, dengan tulus dan ikhlas. Yang ketiga, berputar-putar mengelilingi jalan, mencoba jalur baru yang tak diketahui arah. Seperti orang yang sudah banyak pengalaman, patah hati, belajar dari sedih, lalu menjadi lebih bijaksana. Perjalanannya lebih panjang, tapi hati dan pikiran menj...

Sepiring Pecel Lele dan Harga Diri

Malam itu aku berangkat latihan seperti biasa, meski ada yang berbeda. Dompetku hanya menyisakan sepuluh ribu. Uang pas untuk bensin pulang-pergi. Tak lebih. Tapi latihan adalah janji pada diri sendiri, dan seperti biasa, aku tepati. Mas pelatihku selalu mengajakku makan setelah latihan. Sudah tiga bulan ini begitu, dan hampir selalu beliau yang membayar. Aku sering sudah berjaga-jaga, membawa uang untuk sekadar bisa gantian membalas. Tapi tetap saja, beliau yang mengulurkan tangan lebih dulu. Dan aku tak pernah punya kesempatan untuk bilang, “Mas, biar aku saja.” Tapi malam itu, justru ketika aku tak punya apa-apa, kesempatan itu datang. Latihan selesai, dan seperti biasa beliau mengajak makan. Aku menolak halus, bilang masih kenyang, bilang istri sedang menunggu. Tapi beliau tahu aku berbohong. Akhirnya beliau tetap menarikku ikut. Warung langganannya tutup. Kami berdua berbelok, mencari tempat lain. Sampai akhirnya kami tiba di warung temannya—sahabat lamanya sejak SD yang baru ...

Shodaqoh Vs Mencuri

Pagi ini adalah hari yang cerah namun terasa agak dingin mungkin menjelang musim ketiga. Berangkat bekerja terasa mulus tanpa hambatan, tetapi sialnya mesin kertas kami putus hingga kawan kami harus berkeringat di awal shift. Jelas semua orang pagi itu haus dan membutuhkan asupan air mineral. Namun, ada admin kami menegur: "Info galon datang 9 di beli 1 sisa 8 diambil ke atas 1, 1 galon sudah bukaan di bawah". Ujar Daytama Jelas perkataan tersebut memancing perdebatan antar karyawan di tempat kami. Pasalnya iuran tiap bulan ada yang rutin membayar adapula yang rutin minum tanpa mau ikut membayar. Heri adalah karyawan yang bekerja di lantai bawah tepat tukang galon mengantarkan. Wajar ia merasa tersinggung dan kemudian menjawab: "Emang betul ada aqua galon yang terbuka, mungkin udah terbayar. Saya beli isi ulang lho Dan". Jawab Heri "Gak ada info bah, ini tadi yang bayar mandor Topan aja. Kemarin mas imam uda di bawa". Sahut Daytama. ...