Aku ini bingung. Ingin mengabdi pada negara, tapi aku bukan kalangan militer, juga bukan pegawai aparatur sipil negara.
Tiap hari aku merenung, gelisah, dan mencoba berpikir kritis mencari inspirasi di antara bau menyengat sisa ampas makanan tadi pagi di dalam kamar mandi.
Lama kemudian, aku jengkel. Sia-sia tenaga, keringatku terkuras gara-gara poop yang dari tadi tak mau keluar.
Setelah itu, aku hendak pergi dari kamar mandi, mencoba dengan cara lain, yaitu merokok di depan teras indekos sambil menunggu sang Jibril memberikan wahyu.
"Ahaa!" ucapku penuh sumringah.
"Ngapain juga mau mengabdi pada negara? Aku kan ini sedang membantu negara. Kok aku gak kepikiran ya? Kan setiap hembusan nafasku sudah disertai cukai-cukai. Semakin banyak aku berhembus, semakin banyak aku urun biaya. Lah, aku juga membantu kampanye negara tentang pemberantasan rokok, ya dengan ini, dengan cara tak bakar tiap hari." Sembari melamun dan tertawa sendiri.
Komentar
Posting Komentar