Kata orang, di era modern sekarang ini, sebagian generasi milenial mungkin mengesampingkan seperti apa kehidupan sosial mbah buyut kita dahulu kala.
Kurangnya pendidikan, penindasan, bahkan penjajahan oleh bangsa asing, memang benar seperti yang diceritakan dari mulut ke mulut.
Nyatanya, mbah buyut dulu juga tak pernah tahu tentang teknologi modern, apalagi Revolusi Industri 4.0.
Tapi menurutku, teknologi terdahulu yang dimiliki nenek moyang kita adalah kemampuan memaksimalkan teknologi di dalam dirinya sendiri, tidak seperti teknologi sekarang yang terus berinovasi di luar dirinya.
Misalnya, sekarang seperti hacker; seorang hacker butuh komputer dan perlengkapan lain untuk bisa mengakses dan membobol identitas seseorang. Namun, di zaman dahulu, seorang dukun mampu menebak identitas seseorang hanya dari nama, tanggal lahir (weton), atau bahkan rambutnya. Bahkan seorang dukun bisa “nge-hack” diri seseorang melalui santet atau pelet, tanpa perlu algoritma lagi.
Komentar
Posting Komentar