Lucunya, tiap selepas lima waktu aku tak pernah lupa mendoakanmu. Setulus-tulusnya, sekhusyuk-khusyuknya, seikhlas-ikhlasnya, berharap Tuhan mendengar bahwa aku benar-benar rindu padamu dahulu kala.
Lalu aku tiba-tiba merasa malu sendiri. Ternyata cintaku pada manusia bisa lebih besar dari cintaku pada Tuhan yang selalu aku mintai pertolongan.
Padahal, berdoa dan beribadah itu bukan untuk kepentingan diri sendiri semata. Doa adalah untuk keselamatan setiap hamba yang tunduk dan berserah kepada Sang Kuasa.
"Jangan tanya mau melangkah ke mana, belajar berdiri di kaki sendiri saja masih belum bisa."
***
Keterbatasan pengetahuan adalah anugerah terindah dari Tuhan.
Kita sering kali terlalu memikirkan hal-hal besar, sampai hal kecil justru terabaikan.
Misalnya, dengan uang segini aku bisa beli ini dan itu.
Padahal, baru sadar celana panjangku cuma satu.
"Hal yang paling sulit menurutku bukan menggapai cita-cita atau meraih kesuksesan. Melainkan mencari jawaban mengapa aku dilahirkan."
Ini bukan tulisan seorang bocah yang putus asa. Bukankah manusia diciptakan sebagai khalifah? Alastu birobbikum.
Komentar
Posting Komentar