Meski beribu-ribu kebaikan dilakukan, nyatanya yang diingat oleh orang adalah satu kali keburukan.
Baginya, keburukan akan menyakitinya selamanya, tetapi kebaikan hanya akan dirasakannya sesaat.
Bukan hidup ini yang tak adil—mungkin Tuhan hanya menguji seberapa ikhlas kebaikanmu. Jika pamrih yang kau cari, wajar saja jika di kemudian hari kau sakit hati. ☺️
Ya Tuhan, katanya semua harimu itu adalah baik. Lalu kenapa ketika aku akan menggenapkan ibadah justru terhalang oleh hari yang dianggap buruk?
Entah, masa depan memang bisa diprediksi. Tapi keakuratan akal manusia juga tak bisa jadi tumpuan.
Kun, fayakun.
Laa haula wala quwwata illa billah
Komentar
Posting Komentar