Aku tahu berjalan di hutan belantara akan menemui banyak kesulitan, bahkan tersesat sekalipun. Tak ada keluarga, saudara, ataupun teman. Yang ada hanyalah Alam yang ingin berkomunikasi.
Tapi apa yang kucari jika terus nyaman pada instanya kota. Cuci baju sama dengan uang, air bersih sama dengan uang, dan hal lain yang mesti harus dengan uang.
Sudah pantaskah jika uang disebut penguasa?
Uang dapat membuat sahabat menjadi khianat, uang juga dapat membuat hubungan keluarga menjadi sirna. Bahkan uang suatu saat bisa menjadi agama baru, jika hidup mati kita mengabdi pada selembar kertas yang terus diburu.
Dahulu pertama kali aku melihatmu seperti macan betina yang bertaring tajam, siap menerkam siapapun yang tak mau menuruti atasan.
Namun hal yang berbanding terbalik saat aku mencoba mulai mendekat dan bertukar pendapat, ternyata sosok macan betina itu pandai mengasuh, membimbing, serta melindungi kesemua anak-anaknya.
Terlihat saat sang induk telah berpamit, anak-anaknya satu persatu tak mampu menyembunyikan genangan air di sudut-sudut mata. Raungan gagah khas macan betina menjelma menjadi isak tangis menyela-nyela.
"Aku pergi bukan meninggalkan kalian semua, semangatku masih tetap di hatimu. Tugasku telah usai, Tuhan bilang sudah cukup aku diberi amanah merawat kalian. Anak-anakku, macan yang mulai besar. Carilah makananmu sendiri di hutan belantara, berjuanglah sampai batas kemampuan. Dan jangan saling menerkam sesama macan."
Terkadang menjadi dewasa adalah rela kehilangan satu persatu orang yang tersayang. Entah itu keluarga, pacar, ataupun orang berharga di sekitar. Terima kasih bu, jasamu abadi. Tetap tegap melangkah menghadapi destinasi selanjutnya.
Terima kasih bu.
Tuhan telah mempertemukan seseorang yang membuatku kembali tersenyum. Tersenyum di antara orang-orang yang tak mampu mengulurkan tangan kepercayaan.
Sosok yang mau membasuhi badan lusuh dipenuhi debu, terjerembab bau kekotoran di gorong-gorong jalanan kota.
Terima kasih bu, meski ini bukan ajang pencarian bakat, tapi Ibu mampu lagi membangkitkan semangat. Terima kasih juga telah memberi kesempatan pada bocah yang telah membuatmu malu.
Komentar
Posting Komentar