Jika arti viral merupakan sesuatu kejadian yang klimaks, apa bedanya dengan arti cinta yang jatuh hati sesaat? Mirip seperti penjual kambing di sepanjang jalan ketika Hari Raya Idul Adha menjelang tiba, atau ramainya penjual durian pinggir jalan yang sedang musim-musimnya.
Hilang dan pergi begitu saja, tanpa tahu ada rasa yang pernah terluka; olehmu sedia kala. Lupakah kau dulu kita pernah bertukar jari kelingking bersama? Saling mengucap janji bahwa:
“Seberat apapun kita melangkah, pasti akan ada badai besar datang yang mencoba merobohkan.”
Entah kenapa, manisnya katamu dahulu seakan sengaja kau lupa. Sekarang kau lebih memilih seorang lelaki yang pernah kau benci dahulu kala; yang sering kau ceritakan ketika aku bertemu denganmu di Taman Kota.
“Merebahlah sayap, terbang tinggi di langit sana. Aku adalah bumi pengalah yang sering kau pijaki. Suatu saat, akan kubanggakan pada semua bahwa: aku pernah melihatmu sekecil itu.”
Komentar
Posting Komentar