Jas hujan malam itu menjemputmu dalam rintikan sendu. Dengan gaun putih abu-abumu, kau terlihat lesuh; karena senja tak lagi menyapamu. Wajahmu tak lagi berarah seperti saat awal kita berjumpa. Ada dua bunga dalam sebuah nama yang tersusun indah; layaknya sang mentari yang baru bangun dari tidurnya. Bunga yang satu berarti anggun; satunya lagi berarti mempesona. Seperti itulah dirimu.
Tapi serbuk sari yang selama ini ku cari, dihinggapi lebah lain yang juga rindu. Walau sebenarnya hati ini cemburu, mengemis cinta padamu bukanlah caraku untuk mendapatkanmu.
Komentar
Posting Komentar