Menanam Kebaikan
Menanam kebaikan belum tentu memanen juga kebaikan.
Ada banyak faktor yang memengaruhi dari proses menanam hingga akhirnya memanen. Entah karena tanah yang berupa tubuhmu, musim yang berupa lingkungan sekitarmu, atau bahkan serangga yang diam-diam menggerogoti bagian terdalam dari hatimu.
Agar subur, biasanya orang memilih pupuk urea—karena instan dan mudah. Tapi efek sampingnya mencemari lingkungan.
Sebaliknya, jika sabar, pupuk dari kotoran lebih ramah lingkungan. Tapi... maukah kamu benar-benar bergelut dengan kotoran? Maukah kamu mengolah kotornya hatimu, menyingkap bagian paling dalam yang selama ini kamu hindari?
Kadang, yang alami memang tak secepat instan. Tapi justru dari proses itulah akar menjadi kuat, batang tumbuh kokoh, dan buah manis akhirnya datang... dengan cara yang menyehatkan bumi, dan juga jiwamu.
– Ardita Rf
Komentar
Posting Komentar