“Uniknya, rasa itu benar-benar ada. Bukan rasa yang awam dirasakan lidah, melainkan rasa ketika aku terlalu nyaman bertukar pikiran denganmu di dunia maya.”
Meski kau dan aku tak pernah berjumpa sebelumnya, aku tak pernah memaksamu untuk memiliki rasa yang sama. Jika yang terbaik adalah kita yang saling sapa dalam setiap doa.
Tepat hari ini kau dipersunting seorang laki-laki yang kau anggap sempurna. Selamat menikah. Semoga Sakinnah.
“Jika arti swadaya adalah ikhlas memberi tanpa pamrih, lalu apa bedanya dengan rasa yang tak kunjung memiliki?”
Komentar
Posting Komentar