Njing, Aku Tahu Sekarang
Kesal, marah, bahagia—semuanya melebur jadi satu saat nawalamu datang tanpa permisi melalui gawai tercanggihku. Kabar itu menampar: bahwa kau sebentar lagi akan melangsungkan resepsi, tinggal menghitung hari.
Baru kusadari, kenapa malam kemarin semerbak wangi tubuhmu tiba-tiba mengisi kamar indekosku. Kenapa pula pekan lalu kau datang, seraya mengucap pamit dalam mimpi itu. Mungkin memang ini cara Tuhan kasih kode: cukup sampai malam ini aku menyimpan harapan.
Lega... diiringi rasa gelisah. Aku mulai membayangkan, bagaimana rasanya kita yang dulu saling sayang, kini hadir hanya sebagai tamu undangan. Kita yang pernah berjanji menatap masa depan bersama, kini hanya ingin saling mengubur kenangan.
Dulu aku punya seekor anjing, masih belia. Dan karena saat itu aku cuma penjaga parkir, rasanya mustahil aku bisa merawatnya dengan layak. Ingin kujual—tapi sayang. Ingin kurawat—ah, dompetku tak cukup tebal.
Akhirnya, kupilih jalan pedih tapi logis: membiarkanmu tumbuh dewasa dan bahagia bersama orang lain. Berat, iya. Tapi itu yang terbaik untukmu, njing. Dalam hati aku janji, suatu saat saat aku sudah mapan dan tak kerja serabutan lagi, aku akan datang menjemputmu. Tapi, ketika waktunya tiba—saat aku benar-benar sudah siap—kau malah sudah terlalu nyaman bersama majikan barumu. Ah, njing!
“Le? Sing apik iku nresnani, dudu ditresnani.
Gawe opo kowe susah payah golek perhatiane cah e, ning kowe malah dadi wong liyo.”
“Injih, Buk.”
Jawabku lirih, sambil menahan perih.
Aku jadi teringat perkataan Erich Fromm:
"Cinta yang matang itu bukan tentang menyerah, tapi tetap bisa berpikir logis."
"Cinta itu bukan buta, bukan juga mencintai seseorang seperti tahi kucing yang rasanya kita anggap coklat."
"Cinta tak semestinya membuatmu kehilangan identitas, apalagi mengorbankan dirimu hanya demi cinta."
Mungkin memang cinta sejati bukan tentang memiliki, tapi tentang menerima. Kadang bentuk paling tulus dari cinta adalah melepaskan... sambil diam-diam berharap semesta masih menyisakan satu jalan pulang.
Komentar
Posting Komentar