Ketika langit menjadi kelabu, seakan awan mendung menutupi hatimu. Perasaan mengagumkan kala itu, melihatmu merona dalam tawa manismu.
Pukul 17:00 WIB aku menanti binar cahayamu. Cahaya yang sering disapa senja; yang sering menghiasi cakrawala linimasa; yang sering mewakili perasaan remaja yang gundah gulana.
Memang senja hanya datang sesaat, seperti jua dirimu yang tak kunjung kau dapat. Memang terasa berat, karena perasaan kita hanya tumbuh sesaat; sesaat kau mencintaiku, sesaat kau mencintainya.
“Keputusanmu adalah hal yang paling tepat disaat sebuah hubungan menjadi tak lagi sehat. Kau lebih memilih hubungan singkat daripada cinta yang terlanjur terjerat tanpa hati yang terikat. Menyekat, setidaknya dalam jangka waktu yang tepat.”
Komentar
Posting Komentar