Jika ditanya bagaimana caranya agar dicintai, jawabannya adalah dengan memantaskan diri supaya layak dicintai. Tapi kalau ditanya bagaimana caranya agar bisa mencintai, aku jawab: cintailah seperti matahari yang menyinari seluruh isi dunia, tanpa pilih kasih, tanpa pamrih.
Bibirku pudar, lidahku kelu. Aku bisikkan pada Tuhan, “Kalau perih ini yang Engkau kasih, mungkin aku kurang bersyukur mengambil hikmah dari rasa sakit ini.” Ucapan itu keluar dengan isak tangis dari langit.
Ya Tuhan, biarlah aku sendiri yang merasakan perih ini. Jangan sampai orang lain tahu bahwa sebenarnya aku sedih. Buatlah aku bisa tersenyum di depan mereka. Aku percaya ini semua akan segera berlalu, meski paku yang dulu tertancap di tubuhku sudah tercabut, tetap saja meninggalkan bekas luka yang tertancap bersama kenangan.
Lekas pulih.
Aku tahu, getaran jiwamu sudah lapuk dan perih. Kau mencari sinar matahari untuk menghangatkan sebagian tubuhmu yang membeku karena dinginnya badai masa lalu.
Banyak orang tak tahu di mana tempat tinggalmu, dan kau pun sembunyi saat ada yang mengetahui di mana letak tangismu.
Yang kulihat kini hanya tawa di bibirmu, tapi di dalam hati kau sedang berjuang. Mencari hiburan, berharap lukamu cepat sembuh dari bekas sayatan yang dulu meninggalkan luka.
Komentar
Posting Komentar