Aja kuminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka.
Jangan terlena oleh godaan yang membelokkan niat awal,
yang berujung pada penghianatan dan hilangnya setiakawan.
Untuk ke depan, jika menjalani lelaku,
niatlah hanya untuk menyembah Sang Pemberi Hidup,
tak tergoda oleh kesaktian dan duniawi yang fana.
Langit kuning kemerahan diiringi terik mentari,
namun gerimis pun membasahi permukaan bumi.
Pelangi berpijar menghiasi cakrawala Gresik Selatan,
tepat di malam Nuzulul Qur'an,
menghibur orang-orang yang lama merindu, tak bisa pulang.
Di situasi sekarang, yang dibutuhkan manusia adalah ketidaktahuan itu sendiri.
Wong pinter bisa keblinger, wong bodo malah dimanfaatkan.
Yang cantik, pintar, sholehah banyak,
sudah pasti rebutan semua lelaki.
Tapi yang mampu bertahan dalam situasi hampir putus asa,
bahkan yang terjerumus ke dalam pikiran gelap sangat sedikit.
Kebanyakan mereka merasa insecure dan mengurung diri.
Transendental
Setelah duduk termenung di depan teras,
aku sadar, cita-cita bukan untuk dikejar,
tapi bagaimana mempersiapkan diri agar layak mendapatkannya.
Bukankah merpati terbang jika dikejar?
Tapi berbeda jika sudah menyiapkan seonggok jagung
untuk memancing datangnya merpati tersebut.
Gusti Allah itu tahu kebutuhan manusia,
bukan sekadar menuruti apa yang diinginkan manusia.
Sembuh itu sulit, obat itu pahit.
Terlalu banyak yang manis-manis, gula darah naik.
Terlalu banyak yang asin-asin, tekanan darah melambung.
Merasakan perih secukupnya, berbahagia sepantasnya.
“Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman.”
Adigang, adigung, adiguna.
Komentar
Posting Komentar