Pendengar Sejati
Pendengar sejati bukan hanya yang mendengar siapa yang berbicara, tetapi juga apa yang sedang dibicarakan.
Bukankah Tuhan menciptakan sepasang telinga, bukan sepasang bibir? Terlalu angkuh jika kita mengabaikan obrolan pengamen jalanan, sementara sibuk mencari-cari kebenaran yang belum tentu dari mereka yang punya banyak penggemar.
Berbijaklah dalam berkata, karena benarmu belum tentu benar bagi orang lain. Kebaikan dan cintamu lah yang akan mengantarkanmu menjadi manusia seutuhnya.
Dua Kubu
Baik dan jahat itu situasional. Tergantung baiknya untuk siapa dan jahatnya kepada siapa. Atau bahkan baik kepada semua, tapi jahat kepada dirinya sendiri (merasa rendah diri). Atau sebaliknya, jahat kepada semua, tetapi hanya baik pada dirinya sendiri (egois).
Komentar
Posting Komentar