Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Buruh yang peragu

 Dahulu, tak seorang pun mengenal apa itu PT Dayasa. Bahkan, warga sekitar sempat ragu: benarkah pabrik yang sejak lima tahun terakhir pailit—Surya Kertas—akan berdiri kembali? Wajah pemilik kos kini kian berseri. Kamar-kamar kosongnya mulai banyak diminati. Penjual nasi yang sebelumnya sepi, hari ini bersyukur karena dagangannya kembali lancar. Obrolan pagi itu begitu ramai. Para ibu, tua maupun muda, membahas kabar bahwa PT Dayasa akan bangkit dan maju. Kami masih ingat betul: 50 orang pertama yang direkrut berasal dari SMK 5 Surabaya dan SMK 1 Singosari Malang. Kami mengenakan seragam Dayasa dengan penuh harap, meski tak sedikit keraguan menghantui. Saat pertama kali kami masuk, tepat satu tahun yang lalu, pabrik tampak angker. Rumput liar menjalar di setiap sudut, membuat kami bertanya-tanya: ini kerja atau uji nyali? Di depan gerbang, para demonstran berdiri. Mereka menuntut hak pesangon yang belum dibayarkan. Poster-poster protes terpampang di mana-mana, bahkan ada boneka...

Sederhana itu rumit

Di antara deretan pabrik yang menjulang, terdengar suara lantang dari seorang pria paruh baya. Ia menyuarakan kisah perjalanan hidup yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang mampu berpuasa dari sikap angkara murka. Setelah melewati berbagai peristiwa pahit, ia mulai memahami arti hidup—bukan sekadar mencari uang atau berkuasa di kursi jabatan, melainkan cukup dengan mendengar kicau burung di teras rumah sepulang kerja, sambil menimang anaknya yang bahkan usianya belum genap sebulan. Sejak remaja, Erwin dikenal sebagai pemuda pemberontak di kampungnya. Ia kerap memacu motor balapnya di gang-gang sempit, bahkan hampir setiap hari memukul anak-anak tetangga yang tidak bersalah. Bukan tanpa alasan ia berlaku sekejam itu. Sebab, seperti hukum alam: di mana ada sebab, di situ pasti ada akibat. Erwin adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Sejak kelahiran adiknya yang bungsu, ia sering kali merasa tersisih oleh kedua orang tuanya. Setiap kali ia meminta sesuatu, permintaannya seolah tid...

Kareping Rohso, Rohsoning karep.

Senin Kasambatan Bagiku, melupakan masa lalu adalah tindakan yang seharusnya tak perlu. Bagaimana mungkin melupakan masa lalu, jika Tuhan menyadarkan manusia dengan cara pahit agar mampu mengintrospeksi diri? Agar manusia lebih berlapang dada dan benar-benar memahami makna 'Innalillahi wa inna ilaihi raji'un'. Ketika cobaan datang, aku berpikir bahwa mungkin Tuhan sedang rindu padaku. Maklum, aku sering kali hanya mengingat-Nya saat mengeluh, dan melupakan-Nya ketika sedang terlena oleh bahagia. Bahagia itu… datang setiap bulan di tanggal 27. Setelah sepekan di perantauan, aku lekas kembali ke kota kelahiran: Malang. Wajahku penuh keluh, dampak dari padatnya persaingan di kota besar. Bagiku, kota adalah hutan belantara. Jika tidak berhati-hati, seseorang bisa tergiur dan terjebak dalam kubangan foya-foya. Yang tak waspada bisa diterkam oleh binatang buas yang menjelma manusia. Ibu dan Ayah adalah alasanku pulang. Tuhan pun adalah alasan jika aku tak bisa berbu...

Urip Mung Mampir Ngombe

27 adalah tanggal yang paling aku rindukan. Selepas seharian bekerja, aku bergegas menuju mesin ATM di Indomaret untuk mengambil gaji dan berbelanja kebutuhan sebulan. Namun kepanikan melanda saat melihat saldo di layar. Gaji yang kuterima nyatanya tak cukup jika dibagi untuk cicilan, orang tua di rumah, dan biaya hidup sebulan ke depan. Padahal aku juga sedang menabung demi membeli peralatan fotografi—sekadar menuruti hobi yang sudah lama kupendam. Dengan wajah lesu, aku hanya mengambil barang-barang yang benar-benar perlu, lalu keluar dari minimarket dengan langkah gontai. Di tengah kebingungan itu, seorang kakek berpakaian lusuh menghampiriku. Tanpa berpikir panjang, aku merogoh saku dan memberinya recehan kembalian. Namun lirih terdengar ucapannya dalam bahasa Jawa, seolah menyindirku: "Cung, nek gajimu saiki ra mok syukuri, masio gajimu sepuluh juta kowe panggah sambat. Godamu saiki mung setitik ketimbang sesuk pas gajimu gedhi. Mergo kowe sampek mati yo tetep duwenin...

Kurusetra Dalam Diri

Gejolak batin sering kali menjadi perang dingin yang tak terlihat. Entah berpihak pada suara malaikat atau justru pada bisikan jin. Pernah terlintas dalam benak, bahwa hati ini ibarat sebuah lapangan luas yang kusebut Kurusetra . Di dalamnya, pasukan malaikat yang sedikit adalah para Pandawa, sementara ribuan pasukan jin adalah Kurawa. Bayangan masa lalu yang kelam, seperti sosok Sengkuni, sering muncul dalam ingatan. Ia menyulut bara, menumbuhkan dendam, dan menyemai iri dengki dalam dada. Namun aku kembali mengingat— “I’m a driver, not a passenger.” Manusia diberikan pilihan, dan setiap pilihan yang diambil, suatu hari nanti akan diminta pertanggungjawaban. Terngiang pula pesan kakek dahulu: “Cung, aja nuruti rahsaning karep. Turutono kareping rohso ben uripmu soyo pener. Perna marang penggawean, soyo tumindak becik marang kauripan.”

Penjajah di Negeri Sendiri

Siapa sih yang suka dijajah di negerinya sendiri? Mungkin sebagian orang menganggap para pendatang itu biasa saja, atau jangan-jangan mereka justru mengais rupiah dari celana necis para pendatang. Genap setahun aku merasakan getir-manisnya hidup di sebuah tempat bernama Semambung, sebuah dusun kecil yang berdiri di antara Sungai Brantas dan deretan perusahaan besar. Dari obrolan warung kopi, sesekali terdengar keluhan warga asli, para pemuda pribumi yang merasa asing di tanah kelahirannya sendiri. Setahun terakhir, mereka melihat para perantau datang berbondong-bondong dan menetap. Ketimpangan sosial yang tampak di depan mata menimbulkan pro dan kontra—tentang bagaimana caranya bertahan hidup layak di negeri sendiri. Setiap malam mereka mengeluh. Ada kekhawatiran, jika suatu hari anak cucu mereka akan tersingkir perlahan oleh perantau-perantau yang terus berdatangan. Bagi sebagian orang, bisnis kamar sewa mungkin terlihat menguntungkan. Tapi bag...

mantan diantara hujan.

Rintik hujan membuat kenangan menjadi terulang saat semerbak wangi aspal jalanan menjelma bak parfum tubuhmu. Kala duduk berdua di ruang tamu; kala tiap Sabtu aku pergi apel ke rumahmu. Aku tak menyesal pernah menjadi bagian indah dalam hidupmu, atau mungkin menjadi tukang ojek yang siap jika sewaktu-waktu kau membutuhkanku. Meski kadangkala yang kau butuhkan adalah siapa yang mau untuk jadi pelampiasan. Iya, pelampiasan karena lukamu di masa lalu. Kini sakitmu perlahan telah pulih dari bekas luka masa lalu. Dan ketika semakin dirasa sudah saatnya sembuh bersamaku, anehnya kau malah rindu dengan kenangan sakit bersama masa lalumu. Terima kasih, karenamu aku belajar berbesar hati. Karenamu aku belajar membuka hati.

Guru Pengalaman adalah Mantan

Napsu dan Luka yang Membawa Pelajaran Aku pernah merasa dekat, walau sebenarnya hati sudah jauh tak berjumpa. Bodohnya aku dulu menyesal saat tangan kita erat berjabat, tapi dalamnya hati malah melayang ke syahwat semu. Itu napsu , yang sering bikin kita lupa arah dan hati. Dua tahun berlalu, luka itu pelan-pelan sembuh. Waktu menjawab semua tanya yang tak terucap. Aku mulai paham, bahwa cinta itu bukan cuma soal rasa. Di antara kita ada masalah lain yang diam-diam mengikis: uang . Kadang uang jadi dinding yang memisahkan, bukan cuma jarak fisik. Dengan patah hati aku belajar bangkit, meski rasa sakit dan dendam pernah singgah. Kita memang sudah berpisah jalan, tapi bukan berarti doaku untukmu berhenti. Dari perpisahan itu aku belajar hidup tak sekedar merasa cukup, tapi juga bersyukur atas apa yang ada. Aku tak punya mobil untuk memayungimu dari hujan, hanya motor tua yang menemani langkah kita. Tapi itu bukan so...

Penguasa yang bisu

Aku tahu berjalan di hutan belantara akan menemui banyak kesulitan, bahkan tersesat sekalipun. Tak ada keluarga, saudara, ataupun teman. Yang ada hanyalah Alam yang ingin berkomunikasi. Tapi apa yang kucari jika terus nyaman pada instanya kota. Cuci baju sama dengan uang, air bersih sama dengan uang, dan hal lain yang mesti harus dengan uang. Sudah pantaskah jika uang disebut penguasa? Uang dapat membuat sahabat menjadi khianat, uang juga dapat membuat hubungan keluarga menjadi sirna. Bahkan uang suatu saat bisa menjadi agama baru, jika hidup mati kita mengabdi pada selembar kertas yang terus diburu. Dahulu pertama kali aku melihatmu seperti macan betina yang bertaring tajam, siap menerkam siapapun yang tak mau menuruti atasan. Namun hal yang berbanding terbalik saat aku mencoba mulai mendekat dan bertukar pendapat, ternyata sosok macan betina itu pandai mengasuh, membimbing, serta melindungi kesemua anak-anaknya. Terlihat saat sang induk telah berpamit, anak-anaknya sa...

Jawa itu kuno.

Kata orang, di era modern sekarang ini, sebagian generasi milenial mungkin mengesampingkan seperti apa kehidupan sosial mbah buyut kita dahulu kala. Kurangnya pendidikan, penindasan, bahkan penjajahan oleh bangsa asing, memang benar seperti yang diceritakan dari mulut ke mulut. Nyatanya, mbah buyut dulu juga tak pernah tahu tentang teknologi modern, apalagi Revolusi Industri 4.0. Tapi menurutku, teknologi terdahulu yang dimiliki nenek moyang kita adalah kemampuan memaksimalkan teknologi di dalam dirinya sendiri, tidak seperti teknologi sekarang yang terus berinovasi di luar dirinya. Misalnya, sekarang seperti hacker; seorang hacker butuh komputer dan perlengkapan lain untuk bisa mengakses dan membobol identitas seseorang. Namun, di zaman dahulu, seorang dukun mampu menebak identitas seseorang hanya dari nama, tanggal lahir (weton), atau bahkan rambutnya. Bahkan seorang dukun bisa “nge-hack” diri seseorang melalui santet atau pelet, tanpa perlu algoritma lagi. ...

Demi Bangsa dan Negara.

Aku ini bingung. Ingin mengabdi pada negara, tapi aku bukan kalangan militer, juga bukan pegawai aparatur sipil negara. Tiap hari aku merenung, gelisah, dan mencoba berpikir kritis mencari inspirasi di antara bau menyengat sisa ampas makanan tadi pagi di dalam kamar mandi. Lama kemudian, aku jengkel. Sia-sia tenaga, keringatku terkuras gara-gara poop yang dari tadi tak mau keluar. Setelah itu, aku hendak pergi dari kamar mandi, mencoba dengan cara lain, yaitu merokok di depan teras indekos sambil menunggu sang Jibril memberikan wahyu. "Ahaa!" ucapku penuh sumringah. "Ngapain juga mau mengabdi pada negara? Aku kan ini sedang membantu negara. Kok aku gak kepikiran ya? Kan setiap hembusan nafasku sudah disertai cukai-cukai. Semakin banyak aku berhembus, semakin banyak aku urun biaya. Lah, aku juga membantu kampanye negara tentang pemberantasan rokok, ya dengan ini, dengan cara tak bakar tiap hari." Sembari melamun dan tertawa sendiri.

Berprasangka Baik Itu Perlu

Kasihan orang itu, menganggap gunung meletus sebagai bencana dari Tuhan. Gunung pun hanya geleng-geleng kepala, berkata, “Kenapa manusia ini? Padahal aku hanya mengikuti sunah dari Yang Maha Kuasa. Memang begini caraku beribadah, cara aku bertasbih kepada-Nya, demi menjaga keseimbangan alam semesta.” Orang itu pun seketika panik. Ia mengungsi, mengais barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan. Tapi waktu terasa begitu singkat. Dengan penuh penyesalan, ia terpaksa ikut naik ke truk tim SAR. Dalam perjalanan, ia teringat dosa-dosanya selama ini dan kemudian bertobat pada Tuhan. Sebagai penggembala dan petani, ia tertegun saat melihat banyak ternaknya mati, dan ladang yang dulu akan ia panen kini lenyap ditelan awan panas. Setahun kemudian, setelah situasi mulai kondusif, ia kembali ke rumahnya di lereng Gunung Kelud. Ia bersyukur, ternyata apa yang ia anggap bencana justru membawa hikmah. Tanaman yang dulu rusak kini berubah menjadi tanah yang makin...

Kunang-kunang.

Setitik tinta di atas kertas adalah pusat perhatian manusia. Sepasang rakaat di tengah malam adalah pusat perhatian alam semesta. "Plaur ta arek iku, kancane kabeh padha turu, malah njupuk banyu wudhu," tanya sang malaikat. Lalu para malaikat menyaksikan betapa indahnya titik cahaya putih di antara kegelapan malam, yaitu manusia yang mampu memancarkan cahaya seperti kunang-kunang.

Kenapa Nyamuk Diciptakan?

Aku pernah sesekali berpikir, kenapa sih Tuhan menciptakan nyamuk? Ngang... nging... ngang... nging... Suaranya bikin risih di telinga saat hendak tidur malam. Apalagi gigitannya juga membuat gatal dan bentol-bentol. Bahkan, ada jenis nyamuk tertentu yang membawa penyakit. Dalam keterbatasan ilmu, aku hanya mampu memahami bahwa nyamuk diciptakan sebagai rantai makanan bagi cicak. Lambat laun, seiring kegelisahanku terhadap perilaku seseorang dalam suatu pekerjaan, aku mulai memahami karakter seekor nyamuk. Yaitu orang yang kelakuannya hanya mengganggu orang lain, sehingga tidak disukai manusia lainnya. Mencari nafkah dengan menyakiti dan mengambil hak orang lain, dan bila makan suka berlebihan hingga akhirnya mati karena kekenyangan (QS. Al-Baqarah: 26).

Definisi Mantan.

Njing Tau anjing gak sih? Anjing itu penurut dan setia sama majikannya. Tapi beberapa hari ini aku sempat dilanda kecewa... Dia nggak pernah pulang lagi ke rumah. Gak mungkin seekor anjing lupa di mana rumah majikannya. Beberapa waktu kemudian, aku kaget. Bahkan nggak nyangka—dia muncul di linimasa sosial media. Ia terlihat bahagia... Sama majikan barunya. Upload foto, story berdua. Senyum-senyum, manja. Penuh cinta. Ya, mirip banget sama masa-masa awal dulu waktu aku rawat kamu, Njing. Waktu kita masih bareng, belum kamu tinggalkan. Ya sudah... Biar waktu yang ngelap luntur kenangan. Bagaimanapun juga, kamu tetap anjingku— Yang lagi tersesat di tangan orang yang nggak tahu caranya menjaga.

Definisi sukses

Menyulam Sukses dan Makna Hidup Memperjuangkan kemenangan sendiri, kadang justru memperlihatkan kelemahan diri— karena kadang kita terlalu menuntut, hingga lupa arti dari perjuangan itu sendiri. Sukses bukan soal nominal yang banyak, atau apa yang orang lain punya. Sukses itu ketika kemampuan kita melebihi batas keinginan, bukan sebaliknya. Aku pernah kehilangan, tapi Tuhan selalu menggantikan. Digantikan dengan yang lebih menawan, dan bahkan ditambah dengan pekerjaan baru— yang kadang bikin aku makin sadar, bahwa hidup itu bukan soal apa yang hilang, tapi apa yang bisa kita jalani dan syukuri. Belajar mengingat, berjalan mendekat, meski aku tahu aku sering jual mahal pada Tuhan. Maafkan aku, ya Tuhan, yang kadang lebih sibuk dengan egoku sendiri. Aku ini seperti pohon sengon, bentukku mungkin bengkok, makanya aku terus merapal doa ihdinas sirotol mustakhim , agar aku tetap lurus di jalan yang benar. M...

Sahabat Pelosok Negeri

Dahulu aku pernah mengenal sahabat yang rumahnya jauh di pelosok negeri. Tapi itu dahulu, dan sepertinya terlalu berlebihan aku menyebut dimana tempat tinggal rumahmu. Berawal dari kawan yang coba memperkenalkanmu di sosial media, kau dan aku semakin lama semakin akrab. Hingga aku ingat dahulu pernah nekat pergi ke rumahmu bersama Edo, berbekal uang 20 ribu dan bermodal GPS. Seminggu setelah hari raya Idul Fitri yang orang Jawa menyebut sebagai Hari Raya Kupatan, aku dan Edo berjanji untuk berangkat di awal pagi. Jam menunjukkan pukul 06:30 WIB, aku menunggu Edo di depan teras rumah. Kemudian Edo datang menjemputku. Pukul 08:00 aku tiba di Waduk Lahor, berhenti sejenak dan mengabadikan foto melalui Blackberry milikku. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan sampai di Kota Blitar, aku yang bermodal GPS hanya mengarahkan Edo untuk belok kesana kemari. Hingga akhirnya aku mulai bimbang dengan peta, karena dulu GPS tak secanggih sekarang. Memang benar pepatah bilang, "M...

sebenarnya kita sudah tak lagi sejalan.

Dua tahun berlalu, hati perlahan mulai pulih, dan waktu seolah menjawab semuanya. Ternyata, sakit di masa lalu itu adalah rencana Tuhan: bersamamu. Perlahan hati yang sunyi ini menyadari betapa bodohnya aku menyesali kejadian malam itu. Dengan berat kau mengucapkan bahwa sebenarnya kita sudah tak lagi sejalan. “Kenapa?” — itulah jawaban yang terus kucari selama ini. Dengan patah hati, aku mulai bangkit membawa rasa sakit. Dengan dendam yang membara, aku tak mau membiarkan jiwaku padam. Meski jalan kita sudah berbeda arah, meski raga kita tak lagi saling bertemu, berpisah bukan berarti hati ini berhenti saling menyapa dalam doa. Semoga kau bahagia dengan pasangan barumu yang kini kau umbar di linimasa. Terima kasih telah pernah hadir dan singgah. Aku yakin Tuhan akan memberikan jalan terbaik bagi kita masing-masing. Selepas kau menikah, aku sempat berharap pada raga Dahlia. Kita pernah saling bertukar cerita tentang masa lalu. Ingatkah kau? Sesaat kemudian, kau tiba-tiba men...

Sawang Sinawang

pendidikan Kenapa harus mahal? Ya memang harus mahal dong. Mahal tapi gak cuma soal uang. Ada loh orang yang dihargai karena kemampuan. gaji Kalau ditanya kerja apa? Aku belum kerja, aku lagi belajar. Belajar cari uang. Ke depan, biar nanti uang yang mencari-cari saya. Dan mantan juga. Karena uang yang butuh saya, bukan saya yang butuh dia. vape Sekali semprot 1 detik. Bebas nyamuk 10 jam. Aku bales chat kamu cuman 1 detik. Kamu balesnya 10 jam.

Mengemis masa lalu

Surat dari Tuhan: Hidup, Luka, dan Perjuangan Hidup itu bukan cuma soal uang, tapi cukup uang buat hidup, itu penting. Ada yang tidur nyenyak dengan cukup uang, ada juga yang gelisah karena merasa kurang. Aku bukan mantanmu yang merengek, atau merayu supaya kau balikan lagi menghapus salah lalu yang sudah terjadi. Aku datang bukan buat cari simpati, dan perjuangan aku bukan untuk mengintai hidupmu. Aku dendam, iya, dendam ingin lebih baik dari kemarin. Sekarang waktunya aku perbaiki hidupku, bukan memperbaiki hubungan kita. Kau cuma jadi bagian sejarah, sepotong cerita yang membekas dalam hidupku. Buat apa patah hati kalau kau sendiri yang menyesal? Bukankah luka itu buat ngajarin kita arti sembuh?

Mencintai selain Tuhan?

Lucunya, tiap selepas lima waktu aku tak pernah lupa mendoakanmu. Setulus-tulusnya, sekhusyuk-khusyuknya, seikhlas-ikhlasnya, berharap Tuhan mendengar bahwa aku benar-benar rindu padamu dahulu kala. Lalu aku tiba-tiba merasa malu sendiri. Ternyata cintaku pada manusia bisa lebih besar dari cintaku pada Tuhan yang selalu aku mintai pertolongan. Padahal, berdoa dan beribadah itu bukan untuk kepentingan diri sendiri semata. Doa adalah untuk keselamatan setiap hamba yang tunduk dan berserah kepada Sang Kuasa. "Jangan tanya mau melangkah ke mana, belajar berdiri di kaki sendiri saja masih belum bisa." *** Keterbatasan pengetahuan adalah anugerah terindah dari Tuhan. Kita sering kali terlalu memikirkan hal-hal besar, sampai hal kecil justru terabaikan. Misalnya, dengan uang segini aku bisa beli ini dan itu. Padahal, baru sadar celana panjangku cuma satu. "Hal yang paling sulit menurutku bukan menggapai cita-cita atau meraih kesuksesan. Melainkan mencari jawaban mengap...

belajar dari pengamen

Substansi yang Kutemukan dari Dua Pengamen Patah hati itu wajar, yang nggak wajar itu kalau ngungkapinnya dengan cara-cara yang destruktif. Menyakiti diri sendiri, menyalahkan dunia, apalagi mengganggu orang lain, itu bukan solusi. Justru patah hati seharusnya jadi titik balik buat ngerombak diri, bukan ngerusak. Dendam sama masa lalu? Boleh. Tapi kalau dendammu itu cuma buat nyeret-nyeret luka lama tanpa arah, ya percuma. Dendam yang baik itu adalah yang mendorong kita jadi versi terbaik dari diri kita. Biar sakitnya jadi bahan bakar, bukan bara yang dibakar terus menerus. Sore itu, selepas kerja, aku buru-buru ke Terminal Purabaya. Di dalam bus Sumber Selamat, dua pengamen tampil sederhana tapi nyentuh. Musiknya biasa aja, tapi yang berkesan justru obrolan mereka setelahnya—di tengah senja, di bangku belakang, sambil duduk di atas jimbe dan menggenggam ukulele lusuh. "Waduh, Kang, dino iki sepi banget yo? Ngamen rong bis wae, arep maghrib mulih, rasane durung cukup nggo n...

Dari Tuhan Kembali ke Tuhan.

Filosofi Rental Mobil Pada waktu ke Trenggalek dulu, ayah mengobrol panjang lebar dengan sopir rental yang kebetulan adalah anak dari teman ayah sendiri. Di tengah-tengah mereka asyik berbincang, ada obrolan unik ketika ayah dengan polosnya berkata: "Weh tepak bensine wis kebek, gausah mampir pom," celetuknya. Lalu kemudian si sopir itu menyahut, "Jadi gini pak, kalau nyewa mobil itu dari bensin full juga harus kembali full, sisa 1 strip juga harus kembali 1 strip," jawabnya sambil menjelaskan. Wah, mungkin kalau manusia yang rental roh dari Tuhan dalam keadaan suci, kembalinya juga harus suci juga dong, hehe. Manusia Sedikit Kata Ketika akan berangkat kerja, aku bercerita pada kawan sembari berjalan menuju pabrik tentang mimpi: di usia 40 tahun aku harus bisa punya rumah sendiri. Lalu seseorang kawan indekos menegurku, "Iyo lek umurmu nyampe semono," ucap lelaki gondrong yang menobatkan diri sebagai manusia sedikit kata. Dari sana aku be...

Berjalan dimasa lalu

Waktu begitu cepat berlalu. Tapi aku, ya aku, masih saja berkutat—berputar-putar di pusaran masa lalu. Hari-hari yang datang dan pergi terasa seperti pengulangan, tak ada yang benar-benar berubah. Tahun demi tahun, aku tambah tua, tapi rasanya... belum juga bisa berbuat apa-apa. Bagiku, nggak salah kalau manusia punya galaunya masing-masing. Toh, kadang galau itu jadi cambuk, jadi pecut buat tetap berkarya. Mungkin itu juga sebabnya aku lebih nyaman disebut karyawan daripada buruh . Entah kenapa, lebih terdengar punya harapan. Maaf ya, Pak, Buk. Anakmu ini, yang tambah tua tapi belum juga bisa bikin kalian bangga. Aku lebih memilih pura-pura lupa di hari ini. Soalnya, buat apa juga ucapan selamat di media sosial kalau nggak bisa salaman langsung, saling mendoakan, dan saling peluk dalam diam? Maaf juga untukmu. Aku tahu kau sudah dewasa, lebih dulu matang dibanding aku yang masih kekanak-kanakan. Kau yang butuh kepastian, sementara aku masih sibuk mengejar masa depan yang belum ...

Aroma Nafas Masa Lalu

Njing, Aku Tahu Sekarang Kesal, marah, bahagia—semuanya melebur jadi satu saat nawalamu datang tanpa permisi melalui gawai tercanggihku. Kabar itu menampar: bahwa kau sebentar lagi akan melangsungkan resepsi, tinggal menghitung hari. Baru kusadari, kenapa malam kemarin semerbak wangi tubuhmu tiba-tiba mengisi kamar indekosku. Kenapa pula pekan lalu kau datang, seraya mengucap pamit dalam mimpi itu. Mungkin memang ini cara Tuhan kasih kode: cukup sampai malam ini aku menyimpan harapan. Lega... diiringi rasa gelisah. Aku mulai membayangkan, bagaimana rasanya kita yang dulu saling sayang, kini hadir hanya sebagai tamu undangan. Kita yang pernah berjanji menatap masa depan bersama, kini hanya ingin saling mengubur kenangan. Dulu aku punya seekor anjing, masih belia. Dan karena saat itu aku cuma penjaga parkir, rasanya mustahil aku bisa merawatnya dengan layak. Ingin kujual—tapi sayang. Ingin kurawat—ah, dompetku tak cukup tebal. Akhirnya, kupilih jalan pedih tapi logis: membiarka...

Senyawa Cinta

Perihal mengikhlaskan orang yang dicintai demi seseorang yang sangat ingin merawatmu. Namun setelah ini, aku ingin mencintai tanpa harus soal dirimu. Mencintai tak sama dengan dicintai. Jatuh cinta juga tak sama dengan mendirikan cinta. Jatuh itu sakit, berdiri itu menandakan bahwa tubuh masih sehat. Cinta adalah seperti proton dan ion yang saling mengikat; juga sama halnya dengan kutub magnet yang saling mendekat. Sejatinya cinta itu terus diperjuangkan setiap saat, bukan hanya diikat janji suci lalu kemudian berkhianat.

Aku dan Kau

Kau datang, kau nyaman. Dia datang, kau memaksakan. Ku menyia-nyiakan, kau tertawan. Kau menyembunyikan, kau ketahuan. Kau melihatnya kasihan, kau ingin balikan. Dia mengemis, Kau menangis. Kau ingin putus, harapanku pupus. Aku meminta maaf, kau maafkan. Aku meminta kesempatan, kau balas tak akan. Kutanya apa salahku, katamu tak ada. Aku menghampirimu, kau marah. Ku kirim pesan, kau abaikan. Ku telfon, kau berada dalam panggilan. Ku simpan, hpku hilang. Ku nanti, kau kembali. Ku sapa, kau tertawa. Kukirim lagu, kau menyimaknya. Kukirim puisi, kau mendengarnya. Ku hampiri lagi, kau bersahaja. Ku bertahan, kau mengalihkan. Ku update story, kau melihat. Ku bekerja, kau pun juga. Ku pulang, kau sebar undangan. Ku bertahan, kau naik pelaminan. Ku berpaling, kau berhening. Ku ditemani sepi, kau ditemani suami. Ku berjalan sendiri, kau berjalan dua kaki. Ku meratap, kau berharap. Ku berdoa, kau pun juga. Ku cinta, kau cinta. Ku cinta kau, kau cinta dia. *TAMAT.*...

Sebuah Tulisan Ardita

Jalanku ditempuh menggunakan beribu-ribu kali kejadian patah hati. Entah itu masalah keluarga, teman, ataupun mantan. Kadangkala aku berpikir, kenapa Tuhan membentukku dengan kejadian pahit selama dua dekade terakhir ini? Apakah aku yang tak bisa berbenah setiap kejadian, ataukah memang aku saja yang terlalu berlebihan? Ahh... (sembari menghela napas panjang). Lalu kemudian seseorang menepuk bahuku dari belakang dan membentak, yang ternyata itu Ibuku sendiri. "Ngelamun yo ngelamun, galau yo galau. Tapi lek udan kumbahane yo entasono," kata Ibuk dengan raut jenakanya. "Oh iyo, buk, lali hehehe," jawabku sontak dengan tawa yang terlihat palsu. Ahh, Ibuk selalu saja membuyarkan suasana. Ada saja cara Ibuk mengajariku agar aku tak terlalu memikirkannya. - Ardita RF

kukira kau jodohku

Aku kira kamu jodohku, ternyata kamu cuma dititipkan Tuhan untuk mendewasakanku. Dari karya banyak kisah yang kuangkat tentangmu, banyak hal juga yang aku pelajari dari perpisahan dulu. Mencintai sewajarnya: tidak berlebihan, tidak kekurangan, adalah hal yang cukup. Tak usah sering bertanya, "Lagi apa?". Tak perlu tiap waktu bertanya, "Udah makan?". Juga tak perlu tahu, "Kenapa kok balesnya lama?". Aku tertawa melihat bodohnya diriku dulu. Tapi aku mencintaimu penuh, sedangkan kamu hanya mencintaiku separuh. Akhirnya, buku ini menemukan epilog. Ctrl+N semenjak hari ini. Ingin dicintai itu hanya akan membuat dirimu menjadi orang lain. Mulai sekarang, kamu harus belajar mencintai pada apapun, termasuk orang yang paling kamu benci sekalipun. Syukur-syukur kamu cinta pada sang pemberi hidup.

Bencana lahan mencari uang

Di antara isu corona yang menerpa, rupanya ada sepotong kata yang tak lengkap dan sudah kadung menyebar. Menakut-nakuti mereka yang sedang menghidupi keluarga, bahkan memaksa perusahaan dihantui oleh buruh yang terpapar di sana. Ada apa ini? Ada apa kalian? Ini bukan mainan, ini tentang perut banyak orang. Apakah kalian tega melihat anak dan istri mereka kelaparan? Hei bro, ini bukan soal dirimu yang ingin rebahan. Kita juga sama, tapi kita bukan aparatur negara yang rebahan tapi digaji tiap bulan. Kita buruh lapangan, yang setiap tetes keringatnya dihitung oleh perusahaan. Mau makan apa jika benar-benar pabrik ini lockdown ke depan?

Sepasang Telinga.

Pendengar Sejati Pendengar sejati bukan hanya yang mendengar siapa yang berbicara, tetapi juga apa yang sedang dibicarakan. Bukankah Tuhan menciptakan sepasang telinga, bukan sepasang bibir? Terlalu angkuh jika kita mengabaikan obrolan pengamen jalanan, sementara sibuk mencari-cari kebenaran yang belum tentu dari mereka yang punya banyak penggemar. Berbijaklah dalam berkata, karena benarmu belum tentu benar bagi orang lain. Kebaikan dan cintamu lah yang akan mengantarkanmu menjadi manusia seutuhnya. Dua Kubu Baik dan jahat itu situasional. Tergantung baiknya untuk siapa dan jahatnya kepada siapa. Atau bahkan baik kepada semua, tapi jahat kepada dirinya sendiri (merasa rendah diri). Atau sebaliknya, jahat kepada semua, tetapi hanya baik pada dirinya sendiri (egois).

Tenung

Sihir yang bisa menjadikan pria sebagai betina adalah kasmaran. Kau telah membuatku menjadi betina dan terperdaya olehmu. Padahal kau adalah wadah, seharusnya aku yang mengasihimu. - Darmogandul. Kau adalah penyihir! Mudah saja hatiku jatuh cinta olehmu hingga membuat seorang jantan menjadi betina. Jatuh cinta bisa merubah seorang pria menjadi betina. BUCIN Malas menjamah Malas menjamah tubuh seorang perantau di Senin pagi. Kali ini ia berhati-hati memantapkan niat saat beranjak dari selimutnya. "Bosan juga tiap minggu kayak gini..." ujarnya dalam hati. Tapi ia tiba-tiba teringat oleh Ibunya yang pernah berkata: "Nak, kalau kerja niatmu cari uang itu pasti capek. Mantapkan lagi niatmu". Ujar ibu seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh anaknya. “In lam takun ‘alayya Ghodlobun fala ubali”. Asalkan Allah tidak murka kepadaku, bismillah aku legowo pada apapun yang Allah tetapkan atasku. Sebenarnya aku hanya mampu menangkap bayanganmu, bukan dir...

Mencintai Secukupnya, Tak Usah Berlebihan

Alkisah, pada suatu sore yang gelap dan nampak tanda-tanda akan hujan, bersama satu orang temanku bernama Angger. Selepas sekolah kami janjian pergi menonton Arema di stadion Kanjuruhan. Angger kuminta untuk rehat sejenak di rumah untuk menanggalkan baju seragam di almari. Motor matic kumal warna merah langsung digas menuju rumahku di dekat terminal Arjosari. Aku: "Mampir omah sek ya ngger? Salin seragam," ucapku. Angger: "Cuk ojo suwe-suwe lek salin, selak main!" balasnya. Aku: "Iyo wadah," jawabku. Angger adalah teman kelas SMK seusia yang dulunya diem, pandai tapi di tengah-tengah tahun kemudian ia malah tertarik untuk belajar nakal, mungkin ia kecewa dengan seorang wanita yang meninggalkannya. Wajahnya yang murah senyum dan percaya diri adalah daya tariknya. Tampil necis dengan balutan merk dari atas hingga ujung kakinya. Kemudian kami pergi ke rumah Angger di daerah Pakisaji, 20 kilometer dari rumahku. ***** Tiba-tiba hujan deras tan...

Aku menuntunmu melangkah, dirimu mengulang sakit yang sama.

Kita berdua tersesat di antara belantara rimba. Mudah sekali bagi wanita memakai perasaan, ketimbang logika yang mestinya digunakan. Dari dulu sampai sekarang, wanita tak cukup kuat merasa iba pada mantan yang mengemis agar balikan; seperti anak kecil yang merengek karena tak dituruti kemauannya. Aku ingin menuntunmu melangkah, tapi dirimu justru ingin duduk dan mengulang sakit yang sama. Ihdinassirotol Mustaqiim Kita sama-sama ingin melanjutkan kuliah, namun keadaan keluarga mengharuskan kita untuk merelakan. Sama-sama membuang ego demi meraih masa depan, untuk adik-adik kita yang juga butuh pendidikan.

Sembuh itu sulit, obat itu pahit.

Aja kuminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka. Jangan terlena oleh godaan yang membelokkan niat awal, yang berujung pada penghianatan dan hilangnya setiakawan. Untuk ke depan, jika menjalani lelaku, niatlah hanya untuk menyembah Sang Pemberi Hidup, tak tergoda oleh kesaktian dan duniawi yang fana. Langit kuning kemerahan diiringi terik mentari, namun gerimis pun membasahi permukaan bumi. Pelangi berpijar menghiasi cakrawala Gresik Selatan, tepat di malam Nuzulul Qur'an, menghibur orang-orang yang lama merindu, tak bisa pulang. Di situasi sekarang, yang dibutuhkan manusia adalah ketidaktahuan itu sendiri. Wong pinter bisa keblinger, wong bodo malah dimanfaatkan. Yang cantik, pintar, sholehah banyak, sudah pasti rebutan semua lelaki. Tapi yang mampu bertahan dalam situasi hampir putus asa, bahkan yang terjerumus ke dalam pikiran gelap sangat sedikit. Kebanyakan mereka merasa insecure dan mengurung diri. Tra...

Perihal jodoh

Jodoh Itu Perjalanan Tanpa Peta: Dari Malang ke Jombang Bayangkan, kawan... Tiga orang berjalan dari Malang ke Jombang, tanpa peta, tanpa GPS, hanya mengandalkan rasa dan intuisi. Yang pertama, langsung bertanya arah beberapa kali, dan sampai ke tujuan. Seperti orang yang bertemu jodoh, langsung berkata, “Ya sudah, ini jodohku.” Awalnya manis, tapi kemudian seperti pintu masuk ke dunia baru yang harus dijalani. Kekurangan dan kebiasaan tersembunyi muncul sebagai tantangan. Yang kedua, masuk jalan yang salah, terlewat, balik lagi, tapi tidak menyerah. Seperti orang yang rujuk dengan mantan, menghadapi masalah, mengakui kesalahan, saling membantu mengambil hati. Akhirnya bisa berjalan bersama lagi, dengan tulus dan ikhlas. Yang ketiga, berputar-putar mengelilingi jalan, mencoba jalur baru yang tak diketahui arah. Seperti orang yang sudah banyak pengalaman, patah hati, belajar dari sedih, lalu menjadi lebih bijaksana. Perjalanannya lebih panjang, tapi hati dan pikiran menj...

lakoning urip

Setiap manusia di dunia ini memiliki peran dan tugasnya masing-masing sesuai layaknya. Ada yang menjadi ulama, pejabat, pedagang, petani, atau bahkan buruh sekalipun. Jangan pernah merasa iri dengan tugas yang diberikan. Jika menjadi ulama, jadilah ulama yang mampu menenangkan hati jamaahnya. Jika menjadi pejabat, jadilah pejabat yang mengerti dan peduli pada keadaan rakyatnya. Jika menjadi pedagang, jadilah pedagang yang adil dan jujur.

Memantaskan Diri, Jika Ingin Dicintai.

Jika ditanya bagaimana caranya agar dicintai, jawabannya adalah dengan memantaskan diri supaya layak dicintai. Tapi kalau ditanya bagaimana caranya agar bisa mencintai, aku jawab: cintailah seperti matahari yang menyinari seluruh isi dunia, tanpa pilih kasih, tanpa pamrih. Bibirku pudar, lidahku kelu. Aku bisikkan pada Tuhan, “Kalau perih ini yang Engkau kasih, mungkin aku kurang bersyukur mengambil hikmah dari rasa sakit ini.” Ucapan itu keluar dengan isak tangis dari langit. Ya Tuhan, biarlah aku sendiri yang merasakan perih ini. Jangan sampai orang lain tahu bahwa sebenarnya aku sedih. Buatlah aku bisa tersenyum di depan mereka. Aku percaya ini semua akan segera berlalu, meski paku yang dulu tertancap di tubuhku sudah tercabut, tetap saja meninggalkan bekas luka yang tertancap bersama kenangan. Lekas pulih. Aku tahu, getaran jiwamu sudah lapuk dan perih. Kau mencari sinar matahari untuk menghangatkan sebagian tubuhmu yang membeku karena dinginnya badai masa lalu. Banyak ...

Pamrih

Meski beribu-ribu kebaikan dilakukan, nyatanya yang diingat oleh orang adalah satu kali keburukan. Baginya, keburukan akan menyakitinya selamanya, tetapi kebaikan hanya akan dirasakannya sesaat. Bukan hidup ini yang tak adil—mungkin Tuhan hanya menguji seberapa ikhlas kebaikanmu. Jika pamrih yang kau cari, wajar saja jika di kemudian hari kau sakit hati. ☺️ Ya Tuhan, katanya semua harimu itu adalah baik. Lalu kenapa ketika aku akan menggenapkan ibadah justru terhalang oleh hari yang dianggap buruk? Entah, masa depan memang bisa diprediksi. Tapi keakuratan akal manusia juga tak bisa jadi tumpuan. Kun, fayakun. Laa haula wala quwwata illa billah

Siklus Tanaman Dalam Kehidupan.

Menanam Kebaikan Menanam kebaikan belum tentu memanen juga kebaikan. Ada banyak faktor yang memengaruhi dari proses menanam hingga akhirnya memanen. Entah karena tanah yang berupa tubuhmu, musim yang berupa lingkungan sekitarmu, atau bahkan serangga yang diam-diam menggerogoti bagian terdalam dari hatimu. Agar subur, biasanya orang memilih pupuk urea—karena instan dan mudah. Tapi efek sampingnya mencemari lingkungan. Sebaliknya, jika sabar, pupuk dari kotoran lebih ramah lingkungan. Tapi... maukah kamu benar-benar bergelut dengan kotoran? Maukah kamu mengolah kotornya hatimu, menyingkap bagian paling dalam yang selama ini kamu hindari? Kadang, yang alami memang tak secepat instan. Tapi justru dari proses itulah akar menjadi kuat, batang tumbuh kokoh, dan buah manis akhirnya datang... dengan cara yang menyehatkan bumi, dan juga jiwamu. – Ardita Rf

Kenali Dirimu, Maka Kau akan Kenal Tuhanmu

Dalam hidup ini, ketika kita berbuat baik dengan mengharap pamrih, balasan akan datang dari manusia yang kita tolong—entah berupa ucapan terima kasih atau bantuan lain sesuai kemampuannya. Namun, saat kita memilih untuk ikhlas, tanpa mengharap balasan apa pun, seringkali justru Tuhan yang membalas kebaikan itu. Tak selalu langsung, kadang melalui orang lain, bahkan bisa jadi balasannya datang untuk keluargamu, untuk anak-anakmu. Namun begitu, kebaikan bukan selalu dibalas dengan kemudahan. Kadang justru ujian datang setelah kita melakukan hal baik. Mengapa demikian? Sebab pemahaman baru, kedewasaan batin, tidak bisa diturunkan ketika manusia sedang tenggelam dalam euforia bahagia. Ketika bahagia, manusia kerap lupa mengenali dirinya. Padahal, mengenali diri adalah jalan untuk mengenali Tuhan. Dalam pekerjaan pun begitu. Bekerja bukan hanya sekadar rutinitas yang dijalani hingga akhir hayat. Setiap tetes keringat bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang lurus. Jika ka...

Merasa Paling

Malam ini aku tertunduk lesu di antara kucing yang meraung dan tak pernah akur di tengah malam. Sebenarnya masalah mereka apa sih? Pertanyaan itu lalu berubah pada keadaan hati yang kadung meraung layaknya sepasang kucing tersebut. Banyak mengeluh, tak bersyukur, berprasangka bahwa dunia ini tak adil, uang yang tak cukup, dan sebagainya. Aku sadar bahwa aku ternyata tak lebih baik dari kucing yang mengusik telinga manusia di tengah malam. – Ardita Rf

Manusia seperti apa.

Ada masa seseorang tersenyum melihat masa lalunya yang kelam, perih, hampir bunuh diri. Ada masa seseorang menangis melihat masa lalunya yang mewah, kaya, sampai lupa kanan kiri. Bersyukur atau menyesal? Ujian atau adzab? Manusia yang memilih; memilih pola pikirnya sendiri. Karena katanya Tuhan itu tidak adil; Tidak adil karena tak seperti yang ia harapkan. – Ardita Rf

kau lelaki apa

Lelaki lemah berwujud aku, badan gemulai asma perempuan. Lantas apa yang diandalkan? Siapa yang peduli akan kata-kataku? Kemudian aku tertunduk malu di hadapanmu, tak berdaya, tak seperti laki-laki kebanyakan. Jangan-jangan yang dikira musibah, ternyata anugerah.

Hemat bukan berarti pelit, Tegas bukan berarti keras kepala.

Demokrasi Setiap kaki melangkah mesti ada bahayanya, tinggal kita memilih bahaya yang mana. Demikian dengan letak kesengsaraan seseorang, ingin memilih sengsara diawal ataupun sengsara diakhir. Manusia bebas menentukan pilihan. Sesungguhnya orang yang paling sombong di dunia adalah aku. Sifat keakuan yang masih mengagung-agungkan diri sendiri atas nama Tuhan.

Aku Adalah Surga

Aku adalah surga yang seharusnya menyiapkan keindahan seperti yang kau idam-idamkan. Tapi nampaknya surga yang sedang direnovasi ini telah dilalap api amarah: saling menyalahkan, saling menyumpahkan, hingga pada akhirnya melenyapkan sebuah harapan. Apa kabar kita di masa depan? Tertanda, Aku yang keras kepala, dan kau yang tak mau kalah. Sejatine wong pinter iku ngeyel. Nanging sejatine wong ngerti iku sing kang ngalah.

Sepasang musuh

Kita adalah sepasang musuh yang saling bersatu, bertemu dalam ketidaksengajaan antara ruang dan waktu. Dalam peliknya dunia yang serba salah hingga titik terendah di kehidupan masing-masing. Meski kita tak pernah akur, setidaknya kita masih diberikan syukur. Meski kita tiap hari saling caci maki, semoga itu dalam rangka saling mencintai. Aku yakin kita adalah sepasang kekasih yang sudah Tuhan persiapkan sebelum kita dilahirkan, awet langgeng meski maut memisahkan.

Nafsu

Pernahkah kalian merasa ketika mencoba meredam nafsu, tubuh seakan menjadi malas? Karena manusia butuh nafsu untuk melangkah menjalani kehidupan. Api yang pas bisa membantu manusia memasak, tetapi api yang besar bisa membakar manusia dan seisi rumahnya. Sebenarnya nafsu tak perlu diredam, tapi dikendalikan.