Dahulu, tak seorang pun mengenal apa itu PT Dayasa. Bahkan, warga sekitar sempat ragu: benarkah pabrik yang sejak lima tahun terakhir pailit—Surya Kertas—akan berdiri kembali? Wajah pemilik kos kini kian berseri. Kamar-kamar kosongnya mulai banyak diminati. Penjual nasi yang sebelumnya sepi, hari ini bersyukur karena dagangannya kembali lancar. Obrolan pagi itu begitu ramai. Para ibu, tua maupun muda, membahas kabar bahwa PT Dayasa akan bangkit dan maju. Kami masih ingat betul: 50 orang pertama yang direkrut berasal dari SMK 5 Surabaya dan SMK 1 Singosari Malang. Kami mengenakan seragam Dayasa dengan penuh harap, meski tak sedikit keraguan menghantui. Saat pertama kali kami masuk, tepat satu tahun yang lalu, pabrik tampak angker. Rumput liar menjalar di setiap sudut, membuat kami bertanya-tanya: ini kerja atau uji nyali? Di depan gerbang, para demonstran berdiri. Mereka menuntut hak pesangon yang belum dibayarkan. Poster-poster protes terpampang di mana-mana, bahkan ada boneka...
berjalanlah meski dengan rasa sakit